Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label corat-coret. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label corat-coret. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Desember 2012

aku baru tahu cinta

Aku baru tahu,
untuk mengetahui apakah perasaan yang kurasakan nyata?
aku baru tahu, bagaimana rasanya jatuh cinta dan bagai punduk merindukan bulan, bertepuk sebelah tangan
dan aku baru tahu
setelah mengalaminya, aku lebih memilih untuk membuang perasaan yang sia-sia ini, yang tidak nyata ini, yang seharusnya tidak kulakukan sedari awal.
aku baru tahu ketika sang waktu telah menjawab sebagian pertanyaan dari rasa ingin tahuku
rasa ingin tahu apakah seseorang yang kuharapkan tersebut memiliki rasa yang sama
rasa ingin tahu seseorang tersebut menganggap aku apa di hatinya?
aku baru tahu, selama ini aku buta, aku tuli, aku bisu karena cinta
aku terbuai mimpi angan-anganku belaka.
dan aku baru tahu menjaga perasaan ini, sungguh teramat capai
dan aku baru tahu melepas perasaan ini,
membiarkan ia terbang, rasanya damai tentram meski ada sedikit sakit
meski ada sejumput rasa khawatir
rasa khawatir jikalau perasaan ini akan kembali
karena dia

Aku pikir bakatku...


kupikir tadinya bakatku menyanyi.
Suara tipisku menghanyutkan perasaan orang
memainkan perasaan mereka dalam senang, bahagian maupun duka
tapi yang kutahu orang bahkan tak peduli dengan suaraku
dengan tegas, wajah penolakan itu ada

kupikir musik adalah jiwaku
aku tahu mana musik-musik yang mengalun indah
aku tahu dimana nada-nada itu salah
apa kata mereka, pengomentar nada?
O, iya harmonisasi nada
tapi, sayang meski telah kucoba pun
aku tak bisa memainkan satu alat musik pun

kupikir darah seniku mengalir dalam dunia peran dan tari
setiap ku baca naskah, aku tahu bagaimana ekspresi itu harus dikeluarkan
aku yakin setiap gerak tubuhku, setiap tutur kataku begitu natural..
apa yang kata mereka, menghayati peran
setiap musik mengalun, aku yakin setiap anggota tubuhku akan menyatu menghasilkan gerakan indah nan mempesona
tapi, sayang
ekpresi natural itu
gerakan indah itu
benar-benar tak berwujud

lalu kupikir ini adalah seni terakhir yang kubisa
aku pikir, menulis adalah keahlianku
jemariku dengan indah menari diatas tuts-tuts keyboard mencipta melodi nada nan merdu
menciptakan untaian kata, menghipnotis jutaan pembaca lewat tulisanku
tapi nyatanya
meki jariku telah berada diatas keyboard
hanya kanvar putih kosong di windowsku dengan satu garis berkedip-kedip

akhirnya,
dengan sadar, aku tahu
aku tercipta tanpa seni apapun yang mengalir dalam diriku
tanpa bakat apapun
aku kosong            
                                            
Bogor 17 Desember 2012 18:59 WIB